Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Wednesday, 18 November 2015

GEMBIRA LOKA, asyiknya main "jepret" dengan hewan

    Gembira Loka, ya memang gak asing bagi kita khususnya warga JOGJA dan sekitarnya, mungkin karena memang itu adalah salah satu Kebun Binatang terbesar didaerah Jogja.
beberapa waktu lalu saya dan istri jalan-jalan kesana.

Alamat Gembira Loka Zoo :  Jalan Kebun Raya No.2, Kotagede, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171

   Kami berangkat dari Magelang sekitar pukul 09.00 menggunakan bis CEMARA TUNGGAL jurusan Jogja dan kita transit di Terminal JOMBOR kemudian dari sana kita naik TRANSJOGJA. setelah itu saya lupa kemana, (hahaha...) tapi gak usah khawatir bilang aja ke petugas TRANSJOGJAnya kalo kita mau ke kebun binatang itu, tenang gak bakalan nyasar. karena memang ada HALTE di depan pintu masuk kebun binatang, gak perlu jalan jauh. berangkat dari rumah jam 09.00 mpe Gembira Loka itu sekitar 10.30, jadi mungkin kalian bisa mengira-ngira sendiri jika dari tempat kalian, karena saya berangkat dari MAGELANG.
Harga Tiket Masuk Gembira Loka : Rp.25.000,-/orang

    DAN TUJUAN UTAMA saya dan istri kesana adalah ingin sekedar membingkai fauna-fauna yang ada disana. dan disini saya ingin sedikit share saja hasil bidikan saya disana. dan mungkin buat pecinta Fotografi ada tantangan sendiri saat kita mencoba membingkai fauna yang kadang berulah gak sesuai dengan harapan kita.

Kebetulan saat itu saya menggunakan "senjata" andalan saya NIKON D90 dan disini saya menggunakan 2 "teropong", yaitu SIGMA Lens 70-300 f4-5.6 dan Tamron Lens 17-50 f2.8. kenapa menggunakan dua jenis lensa karena beberapa kandang yang memang didesain sangat jauh dengan pengunjung dengan alasan safety dan ada kandang yang sangat dekat dengan pengunjung. disini saya dominan menggunakan lensa TELE karena kita bisa membingkai Hewan disana dari jarak jauh sehingga tidak mengganggu sang Hewan, terutama saya ingin mengambil close up.

    sekarang saya ingin share beberapa jepretan saya sewaktu disana :

   















Thursday, 23 July 2015

Lokasi Curug Parigi, BEKASI

liburan dah berlalu dan saya kembali ke rutinitas dimana ada hal baru di tempat kerja. saat liburan saya sempat mampir ke curug parigi. dimana itu? di BEKASI.. ya jelas di bekasi, kota yang lama telah di bully netizen karena kemacatan, panas dan jalan berlubang.  tapi apapun itu, BEKASI bukan kota "semengerikan" itu, ada secuil surga kecil di dalamnya, contohnya yaa curug parigi ini. yang letaknya tepat dekat dengan perbatasan BOGOR. sesuai pengalaman saya untuk menuju kesana sungguh sangat mudah.
saya berangkat dari kemang pratama, lalu menyusuri jalan narogong, lurus terus sampai melewati pasar bantar gerbang, masih lurus terus, hingga nanti ketemu BATALYON ARMED 7 di kiri jalan, mulailah "sein" ke kanan, karena letaknya di kanan jalan, dari Batalyon itu mungkin masih maju sekitar 300m, kemudian kanan jalan ada jalan masuk. kemudian masuk dan lurus terus dan nyampe dah. motor mobil bisa. tapi semuanya parkir diatas gak bisa mpe depan curug, kecuali sepeda karena di panggul.
ini sedikit jepretan saya disana :




Tuesday, 30 June 2015

Raksasa Penghuni Candi Borobudur


Ayo makan ECHA biar gendut seperti saya.... :D

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:26mm.
Lokasi TWCB 



Hai... BONA.. makanlah lah rumput ini agar badanmu langsing karena vegetarian.

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 


Gajah ngasih makan Gajah

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 


siiiip echa.....

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 


perkenalkan gajah pemalu.... INDRA

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f5,6 ; 1/500 ; fl:17mm.
Lokasi TWCB 


Hai.. Indra

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:32mm.
Lokasi TWCB 


INDRA

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:17mm.
Lokasi TWCB 


kenalan ma ECHA

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:50mm.
Lokasi TWCB 


ECHA

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/500 ; fl:50mm.
Lokasi TWCB 

Mengendap-endap di TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur)

          Ramadhan bulan penuh berkah bagi semua umat, gue...eheeemm... oia sebelumnya gue mau pake kata "saya" deh buat pengganti "gue" biar sedikit formal dan sopan (sekali-kalilah...haha).
saya ulang deh, eheem....  Ramadhan bulan penuh berkah bagi semua umat, terutama saudara kita yang beragama Muslim, saya sebagai non Muslim ingin mengucapkan SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA, semoga selalu di limpahi berkah. Amin.
          Tapi diatas barusan adalah intermezzo, karena kali ini saya pengen share pengalaman sedikit kemarin waktu mengunjungi atau terdampar di TWCB (Taman Wisata Candi Borobudur). kebetulan juga rumah istri berada di belakang Candi jadi yaa sangat dekat dan terjangkau.
Begini ceritanya.
Pagi Buta jam 5 pagi saya udah bangunin adik dan istri buat diajak jalan-jalan pagi ke TWCB. berbekal kamera Nikon D90 dan lensa Tamron 17-50mm , niat awal memang pengen menguji senjata baru ini, seberapa hebat jepretan gambarnya selain ingin jalan-jalan pagi untuk dapet sehatnya.
okelah kami berangkat (saya, istri dan adik). kabut dingin, udara pagi yang menyehatkan, serta suara burung pipit menyertai jalan-jalan kami. berangkat jalan kaki karena emang deket.
          GILAAA.... enak banget emang juara banget dah suasananya, pepohonan hijau luas dan rerumputan di pagi hari, GILAAAAA... seger banget, maklum agak lebay, selama di Bekasi saya gak jumpai kayak gini. (hahaha).

Ini foto Mbak Bojo (istri) n my Brother. saat berjalan menuju komplek candi. kabut dengan latbek candi megah kayak gitu bikin kangen.

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/500 ; fl:50mm.
Lokasi TWCB 


Dua turis gila mencari arah. :D

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/500 ; fl:32mm.
Lokasi TWCB 


menatap matahari dan mengagumi indahnya pancaran sinar dari Tuhan.

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f6,3 ; 1/500 ; fl:44mm.
Lokasi TWCB 

          Selanjutnya kita naik ke puncak candi n coba hunting foto dan angle bagus. tapi foto itu akan saya share di postingan lain. atau kalian bisa cek di postingan "membingkai Candi Terbesar nan Megah BOROBUDUR".
Sebenarnya dari semua hal tentang TWCB ada satu hal yang sangat membekas di hati dan itu memang kenangan masa kecil dengan almarhum Ayah yaitu kandang Gajah. yaa, memang hewan besar ini selalu menarik minat saya untuk mengunjunginya. semasa kecil saya sering diajak ke TWCB oleh Ayah untuk sekedar melihat para "raksasa darat" itu mandi ataupun makan. dan hal yang sangat saya senangi dulu adalah menunggangi gajah tersebut dan berkeliling komplek.
untuk sekarang, kemarin saya berbincang dengan pawang dan pengelola kandang tentang tarif naik gajah tersebut, dan ternyata sekarang kalo mau naik Rp.500.000,- untuk keliling komplek dan Rp.50.000,- hanya untuk sekedar keliling lapangan saja.
          Harga yang tampak mahal memang, namun kita juga harus ingat intensitas kunjungan di Candi Borobudur memang sangat tinggi jika tarif dibuat murah maka banyak turis lokal maupun manca berebut naik "raksasa" tersebut, alhasil sang Gajah sendiri akan sangat kecapean dan sakit.(analisa sendiri). karena disana pun sang Gajah keluar kandang dibatasi waktu.
          TWCB mempunyai 5 ekor gajah, dan masing-masing diberi nama, dan jangan salah mereka dinamai yang cukup keren menurut saya. 2 pejantan diberi nama BONA dan INDRA, dan 3 betina diberi nama ECHA, LISSY, dan SHELLA. (keren kan namanya... hahaha).

Ini ni yang namanya ECHA.. gajah betina pemalu dan pelit karena saat saya pengen ambil sedikit rumputnya, langsung ama dia di singkirin. hahahah

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 


Halo ECHA......

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 


makanlah..............

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:26mm.
Lokasi TWCB 


ini ni bosnya dan yang paling gede si BONA.

kamera      : Nikon D90
Lensa        : Tamron 17-50mm
Iso200 ; f4 ; 1/400 ; fl:42mm.
Lokasi TWCB 

sekian dulu deh share saya tentang TWCB, gak banyak info sih namun sekedar share dan ngasih bayangan.
kalo mau nengok-nengok dikit foto-foto saya sama si Gajah isa di cek di "Raksasa penghuni Candi Borobudur".

thanks
keep posting (positip tingking)
salam Blogger indonesia dari Magelang.

Thursday, 21 May 2015

Terdampar di Malioboro

            sudah lama memang gak post sesuatu, mungkin kali ini gw pengen aja share pengalaman gue waktu "terdampar" di malioboro. Jujur gk boong walau gue orang magelang yang sedikit mepet ke Jogja, gue termasuk jarang banget mampir ke jalan ini.
lagipula gue pindah ke ibu kota yang lebih kejam dari ibu tiri ini (katanya) udah lebih dari 6 tahun lebih dan sekarang gue masih di sini. jadi bagi gue ke kampung halaman bisa dibilang malah kayak kita lagi melancong bukan kita kembali kerumah. (hahaha..).
tidak banyak tau gue soal malioboro, yang gue tau ya dia padat dan banyak pedagang kaki lima yang kalo disana biasa disebut Perko (emperan toko).
            Ni pengalaman gue ya, waktu gue jalan-jalan ma istri gue dan berniat membeli tas kecil / tas tenteng. di tempat pertama gue samperin, lalu tanya harga.. ok sambil milih, istri gue milih gue coba tanya n nawar, yaa berhubung gue org jawa ya gue ajak ngomong jawa, eeh gak taunya yang jual nimpali gue pke bahasa indonesia dengan logat yang jelas bukan logat jogja. dengan muka bingung dia mencoba menerjemahkan yang gue katakan. setelah gue tau dia kesusahan oke gue pke bahasa indonesia. tawar menawar alot n gak ketemu harga yang cocok gue m istri pindah lapak.
tempat kedua kali ini ditunggu ibu-ibu, kembali lagi lah gue ajak ngomong jawa, ehh sama juga. dan tempat kedua gak ketemu harga yang cocok pindahlah kami ke lapak ketiga.
ditempat ketiga ini agak sedikit berbeda, yang tunggu bapak-bapak, dan dia bahasa jawa tapiiiiii belum begitu fasih.
           maka dari situ kadang gue berpikir dan sempat khawatir aja kalau Jogja "hilang kekhasannya", begitu banyak pendatang dan orang dari luar masuk ke Jogja, bukan berarti Jogja tertutup dari dunia luar namun banyak peran serta yang dilakukan untuk mempertahankan Keistimewaan Jogja. gue jujur sangat cinta dan nyaman banget di Kota Gudeg itu, maka dari itu gue pengen banyak orang mengenal Jogja lebih dekat dengan segala keunikan dan keKhasannya. mulai dari kuliner seperti ankringan, gudeg, kopi jos dan lain2. kemudian budaya yang sangat masih kuat dipegang oleh orang Jogja, serta keberagamannya.
            oke lanjut gue jalan dan berhenti di benteng Vrederburg. diliaat dari namanya jelas banget ini peninggalan belanda. namun sejarah lengkapnya gue gak begitu paham, jadi mari gue ajak kalian liat n tanya sama simbah andalan mbah gugel (google).

"Arsitektur

Benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda kala itu, dengan dikelilingi oleh sebuah parit (jagang) yang sebagian bekas-bekasnya telah direkonstruksi dan dapat dilihat hingga sekarang. Benteng berbentuk persegi ini mempunyai menara pantau (bastion) di keempat sudutnya. "
                                          "dah segitu aja copasnya dari bang Wiki.. (hahah.). "
           lanjut ajalah bos, gue maen disamping benteng ini ada sebuah monumen yah namanya yaitu MONUMEN SERANGAN UMUM 1 MARET. kalo soal sejarahnya itu monumen ayo buka buku pelajaran lagi. kalau gue ditanya jelas gak tau daripada sok tau, mending jujur mau belajar daripada sok pintar tapi AMBYAR.. hahah..
"    Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 1949 terhadap kota Yogyakarta secara besar-besaran yang direncanakan dan dipersiapkan oleh jajaran tertinggi militer di wilayah Divisi III/GM III dengan mengikutsertakan beberapa pucuk pimpinan pemerintah sipil setempat berdasarkan instruksi dari Panglima Divisi III, Kol. Bambang Sugeng,untuk membuktikan kepada dunia internasional bahwa TNI - berarti juga Republik Indonesia - masih ada dan cukup kuat, sehingga dengan demikian dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB dengan tujuan utama untuk mematahkan moral pasukan Belanda serta membuktikan pada dunia internasional bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih mempunyai kekuatan untuk mengadakan perlawanan. Soeharto pada waktu itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III turut serta sebagai pelaksana lapangan di wilayah Yogyakarta. "



sekarang lanjut deh kita nongkrong di depan istana Jogja. karena cape dan udah mulai gerimis mengundang. hahah.. 
sambil nongkrong, kamera di tangan sayang dong kalo dianggurin makanya gue jepret-jepret aja dimana-mana, lumayan buang-buang Shutter.. #somseabis haha.. 
kali ini senjata gue masih pke yang lama yaitu Canon Eos600D lensa kit 18-55mm, maklum kaum duafa pkenya seadanya. hiks. 
dengan setia istri masih menemani tentunya dengan memberi air mineral serta beli sate Perko. haha.
ini foto ini reupload sebenernya http://masagungblog.blogspot.com/2015/04/belajar-jepret-di-malioboro-panning.html

Mbak bojo in action

onderdil dari sate perko, yang gak tau sebenernya sate perko adalah sate yang dijajakan
berkeliling dan biasanya di emperan gitu, dan bawaannya dibawa diatas kepala. 

seporsi sate dari mbak bojo yang beli dari sate perko


ini ni yang jual, moga dagangannya laris bu dan jadi berkah buat keluarga.



udah ah lanjut besok lagi, beberapa foto diatas sebenernya reupload dari pos gue yang disini, jangan takut klik aja dan cek karena gue gak nyepam n gak aneh2 bikin blog. tenang aja dan percaya gue.
keep posting


Tuesday, 14 April 2015

(belajar) Hamparan sawah Borobudur "jepretan"



"Bulir Padi"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/250
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah (jalan menuju ke Puthuk setumbu).


"Siap Panen"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/320
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah (jalan menuju ke Puthuk setumbu).



"Tak Berpendirian"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/320
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah



"Hamparan Sawah"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/250
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah. (belakang Kujon)



"Bibit Padi"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/320
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah 



"Tandur"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/320
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah 




"Menabur Benih"
Kamera     : CanonEos600D
Lensa        : 18-55mm
Iso             : 100
Diafragma : f/5,6
Shutter      : 1/200
Lokasi      : Borobudur, Jawa tengah